Featured post

MAKNA DARIPADA LAGU WILAYAH YALI BESAR

Makna lagu. Dalam budaya yali masing-masing suku ada beda seni selalu mendominasi berbagai aspek kehidupan manusia. Ada dua unsu...

Search This Blog

slider

Wednesday, October 6, 2021

Klemens Howay: Pendidikan Wuon Mengangkat Jati Diri Orang Maybrat

 


Maybrat, papuaspirit.com--Ketua DPD KNPI Kabupaten Maybrat Klemens Howay, ST mengatakan pendidikan adat (Wuon) untuk mengangkat Harkat dan jati diri khususnya bagi orang Maybrat.

Hal tersebut disampaikan Ketua KNPI Maybrat Klemens Howay yang juga Kabag Pemerintah Kampung Setda Maybrat usai penamatan 32 peserta Didik pendidikan Adat (Wuon) Zona II Aitinyo di Kampung Karsu Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Selasa, (21/9/21).

Acara penamatan itu, dihadiri Sekda Maybrat,a Maybrat Jhoni Way, S.Hut, M.Si, Kadis Pariwisata, Ketua KNPI Kabupaten Maybrat Klemens Howay, ST, dan  Tokoh Intelektual Maybrat, Drs Agustinus Saa, M.Si, Kepala Distrik Aitinyo dan masyarakat setempat.

"Selaku Ketua Pemuda di Maybrat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Maybrat yang telah melakukan kebijakan untuk mengijinkan masyarakat dapat melaksanakan pendidikan adat ( Wuon) di kabupaten Maybrat yaitu di Aifat, Aitinyo dan Ayamaru dengan jumlah peserta didik secara keseluruhan 74 orang, dan yang terpenting kita sebagai generasi bisa dapat menyaksikan langsung proses penamatan yang di lakukan di wilayah zona 2 Aitinyo,"ujar Ketua KNPI Maybrat Klemens Howay.

Pendidikan Wion saat ini, kata dia ternyata banyak pemuda Maybrat yang ikuti pendidikan adat, seperti di wilayah Aitinyo itu sebanyak 32 orang. 

Selama ini, mulainya proses persiapan sampai penamatan, kami dari KNPI terus ikut mengawal dan membantu pemerintah serta guru guru untuk memberikan penguatan.

Sebab, budaya ini merupakan indentitas kita sehingga kita orang Maybrat punya budaya berawal dari WUON, dimana pendidikan ini membentuk indentitas dan karakter kaum laki-laki yang mengikuti pendidikan adat ini.

Dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera membuat Regulasi Peraturan Daerah (Perda) tentang kearifan lokal sehingga ada anggaran  memperlancar pendidikan Wuon. 

"Kami selaku pemuda di kabupaten Maybrat tentunya akan mendukung pemerintah dan terus mensosialisasikan pendidikan Wuon Kepada Pemuda dan juga masyarakat Maybrat agar banyak pemuda yang ikut pendidikan pendidikan adat untuk pembentukan karakter dan mental spiritual,"tandasnya. (nos)

No comments:

Post a Comment