Pages

Friday, 8 June 2018

‘Every day is a new life to a wise man.’

Hari ini saya sedang membacsa buku berjudul "How to Stoo Worrying and Start Living " oleh Dale Carnegie, 24 Agustus 2010.

Dalam cerita pendahuluannya sang penulis bercerita tentang khotbah Yesus dalam Doa Bapa kami yang berbunyi "berilah kami pada hari ini makanan secukupnya.. "

Matius 6:11
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Lukas 11:3
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

Diuraikan dalam tulisan ini betapa banyak orang menjadi gila,  bangkrut, melarat bahkan mati karena kuatir akan apa yang akan terjadi besok.

Banyak psikolog, teolog, pengusaha dan Enterpreneur sudah memberikan contoh yang jelas dan pasti bahwa memang setiap orang perlu memikirkan apa yang akan twrjadi atau dilakukan besok. Tetapi mereka sarankan, "kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.."

Mereka memberikan contoh hidup mereka sendiri bahwa ajaran agama,  filsafat, psikologi, agama, pengusaha dan polisi semua sepakat,  lakukan satu hal demi satu hal,  sehari demi sehari,  sekali lalu sekali lagi dan sekali lagi begitu seterusnya.

Dalam hidup kita di Tanah Papua selalu diwarnai dengan rasa kuatir ini dan itu sampai-sampai kita menjadi manusia yanh hidup dalam kekuatiran dan kegelisahan. Tidak salah kalau ada kekuatiran tetapi kekuatiran tidak boleh kita biarkan meracuni apa yang harus kita lakukan dan apa yang sebenarnya dapat kita lakukan dengan mudah.

Mari kita meminta dan menikmati makanan kami SECUKUPNYA untuk hari ini dan kalau mita masih diberi waktu besok hari maka sambutlah hari baru itu dengan sukacita dan jalanilah dengan fokus kepada saru hal dikerjakan per satu hal,  satu hari per satu hari.

Rencana, mimpi besar dan doa kesuksesan harus kita panjatkan tetapi kita harus fokus selalu kepada saat ini hari ini dan dikerjakan satu per satu.

No comments:

Post a comment